Ingin Berprofesi Sebagai Penulis, Ini Kompetensi yang Harus Dimiliki

 

 

Kegiatan membaca dan menulis yang dilakukan seseorang tak sedikit menjadikannya sebagai pekerjaan. Baik pekerjaan sampingan maupun pekerjaan utama. Dalam proses sampai jadi profesi penulis, sebagian orang ada yang hanya dengan belajar secara otodidak. Selama masyarakat bisa menerima dan sesuai dengan kebutuhan industri, tak menjadi masalah.

Namun sebenarnya kompetensi seperti apa yang harus dimiliki seorang penulis. Sehingga kompetensi tersebut bisa menjadi profesi dirinya.

  1. Gairah Membaca

Bergairah dalam membaca adalah modal awal seorang penulis. Mengapa? Karena tulisan yang berisi adalah refleksi dari bacaan yang dilahapnya. Wawasan seorang penulis juga tercerminkan dari luasnya bacaan. Dengan memiliki wawasan yang luas, maka perspektif seorang penulis dalam membahas suatu tema akan lebih obyektif dan seimbang. Sehingga tulisan yang dihasilkannya akan memiliki bobot dengan logika bahasa yang mudah dipahami dan enak dibaca.

  1. Riset dan Obeservasi

Keterampilan utama yang harus dimiliki oleh penulis adalah kemampuan untuk melakukan riset. Hal ini dikarenakan untuk menghasilkan tulisan yang informatif, dibutuhkan riset mendalam.

Penulis yang baik harus bisa melakukan riset menggunakan berbagai macam sumber yang kredibel, terutama jika tingkat kesulitan topik cukup tinggi. Dengan melakukan riset dan observasi, seorang penulis dapat mempertajam dan memperdalam tema yang ditulisnya. Sudut pandang dan ide baru juga terkadang muncul setelah seorang penulis melakukan riset dan observasi suatu topik yang sedang digelutinya.

  1. Fokus

Seorang penulis haruslah memiliki fokus dalam kegiatan menulisnya. Penulis butuh fokus dalam membahas suatu tema. Sehingga pembahasannya tidak lari ke mana-mana. Fokus juga dibutuhkan penulis agar proses kegiatan menulisnya kondusif. Menuliskan buah pikiran ke dalam narasi dengan logika bahasa yang mudah dipahami dan enak dibaca membutuhkan konsentrasi yang baik. Dengan konsentrasi dan fokus yang dimilikinya, maka seorang penulis senantiasa akan menghasilkan karya yang berkualitas dan bukan mustahil dapat diselesaikan dengan cepat.

  1. Creative Thinking

Menulis adalah salah satu jenis pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. Semakin kreatif pola penyajian sebuah tulisan, maka semakin menarik untuk pembaca nikmati. Ada beberapa cara yang dilakukan seorang penulis agar bisa melakukan creative thinking dalam proses penulisan. Bisa dengan story telling, mengutip pendapat seorang ahli untuk memperkuat narasi tulisannya, dengan membuat ringkasan atau ulasan, dan sebagainya.

Keberadaan creative thinking sangatlah penting dalam mengolah narasi tulisan. Mengapa? Tak lain agar tulisan yang disajikan tidak monoton. Tidak terjadi pengulangan penjelasan

  1. Disiplin

Disiplin adalah nilai-nilai umum yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dengan disiplin, seseorang bisa terus mengasah keterampilan yang dimilikinya. Semakin terampil seseorang dalam menulis, tentu akan semakin baik kualitas tulisannya.

Dalam proses pengerjaannya, seorang penulis juga kerap berhadapan dengan deadline. Penulis butuh membuat timeline agar proses pengerjaan tersebut dapat berjalan baik dan lancar. Tercapainya deadline dan bekerja sesuai timeline tentu dari kerja-kerja yang disiplin. Oleh karena itu, kedisiplinan juga dibutuhkan bagi seorang penulis.

Demikianlah kompetensi yang harus dimiliki seorang penulis. Kelima hal di atas merupakan kompetensi dasar yang senantiasa menjadi bekal penulis untuk menjadi profesional. Dengan etos kerja yang sudah dimiliki di atas tersebut, bukan mustahil seorang penulis akan mampu berkompetisi di industri kreatif secara fair dan terbuka. Bagaimana? Apakah Anda sudah siap untuk menjadi penulis profesional sekarang? []

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *